Memilih Program Nutrisi Aman di Tengah Intensitas Latihan Tinggi

Bagi atlet yang menjalani jadwal latihan intensif, seperti pemain basket profesional atau atlet power lainnya, nutrisi bukan lagi sekadar pemenuhan kebutuhan harian, melainkan strategi performa. Memilih Program Nutrisi yang aman, efektif, dan bebas dari risiko kontaminasi zat terlarang adalah tantangan besar di tengah derasnya informasi dan produk suplemen. Memilih Program Nutrisi yang tepat harus mempertimbangkan Daya Tahan fisik atlet, kebutuhan Kekuatan dan Daya Ledak spesifik olahraga mereka, serta jaminan Sertifikasi dan Keaslian dari setiap asupan. Kesalahan dalam Memilih Program Nutrisi dapat berdampak fatal, mulai dari penurunan performa hingga sanksi doping. Oleh karena itu, sport science Pelatnas menetapkan Program Nutrisi Atlet yang ketat dengan pembaruan setiap enam bulan.

Aspek pertama dalam Memilih Program Nutrisi yang aman adalah memprioritaskan makanan utuh (whole food) di atas suplemen. Karbohidrat kompleks, protein tanpa lemak, dan lemak sehat harus menjadi 90% dari asupan kalori harian. Untuk atlet basket, asupan karbohidrat pra-latihan sangat penting untuk memastikan energi yang cukup selama sesi latihan drill yang menuntut Kecepatan dan Kelincahan maksimal. Misalnya, atlet diwajibkan mengonsumsi makanan yang kaya energi pada pukul 18.00 WIB untuk menopang sesi latihan malam mereka yang berlangsung dari 20.00 hingga 22.00 WIB.

Aspek kedua, yang sangat krusial, adalah jaminan Sertifikasi dan Keaslian suplemen. Mengingat risiko kontaminasi zat yang dilarang (doping) yang sering tidak tertera pada label produk, atlet harus sangat berhati-hati. Sebaiknya, suplemen apa pun yang dikonsumsi harus memiliki sertifikasi dari badan pengujian pihak ketiga yang kredibel. Tim ahli gizi di Pusat Latihan Nasional (Puslatnas) hanya mengizinkan penggunaan suplemen yang terdaftar dalam daftar aman yang diterbitkan dan diperbarui per 1 Juli 2025. Mekanisme dan Prosedur Penanganan ini dibuat untuk melindungi atlet dari risiko yang tidak disengaja.

Terakhir, Memilih Program Nutrisi harus bersifat personal. Tidak ada satu diet pun yang cocok untuk semua. Program ini harus disesuaikan berdasarkan metabolisme individu, Fase Recovery, dan posisi bermain (misalnya, kebutuhan kalori center yang besar berbeda dengan guard yang lincah). Melalui konsultasi rutin dengan ahli gizi, atlet dapat Membangun Keterampilan untuk memahami kebutuhan tubuh mereka, menjamin bahwa Program Nutrisi Atlet yang mereka jalani tidak hanya aman tetapi juga memaksimalkan performa di lapangan.