Keterlibatan Komunitas Streetball dalam diskusi ini sangatlah krusial. Selama bertahun-tahun, komunitas inilah yang menghidupkan lapangan-lapangan umum di berbagai sudut kota. Mereka memiliki pemahaman mendalam mengenai kendala lapangan terbuka, mulai dari permukaan lantai yang licin, ring yang tidak standar, hingga pencahayaan yang minim di malam hari. Dengan menggandeng mereka, Perbasi tidak hanya sekadar memberikan instruksi, tetapi juga mendengarkan aspirasi dari para pengguna lapangan yang paling aktif.
Target utama dari pertemuan ini adalah terciptanya Standardisasi Lapangan yang dapat diterapkan secara bertahap di fasilitas publik. Standar yang dimaksud bukan hanya soal ukuran panjang dan lebar lapangan, tetapi juga kualitas material. Perbasi ingin memastikan bahwa lapangan publik di Tangerang menggunakan bahan lantai yang aman untuk meminimalisir cedera sendi dan lutut pemain. Selain itu, konstruksi papan pantul dan ring harus memiliki ketahanan yang kuat terhadap cuaca ekstrem, mengingat letak lapangan yang berada di ruang terbuka.
Kota Tangerang sendiri memiliki ribuan anak muda yang menggantungkan hobi dan bakat mereka pada lapangan-lapangan di lingkungan pemukiman. Jika standardisasi ini berhasil diwujudkan, maka kualitas latihan para pemain streetball akan meningkat secara signifikan. Tidak jarang atlet profesional lahir dari kerasnya persaingan di lapangan jalanan. Dengan fasilitas yang terstandar, transisi pemain dari lapangan streetball ke lapangan basket konvensional (indoor) akan menjadi lebih mudah karena mereka sudah terbiasa dengan ukuran dan pantulan bola yang benar.
Dialog ini juga membahas mengenai manajemen pemeliharaan lapangan. Perbasi Tangerang mengusulkan agar Komunitas Streetball lokal diberikan tanggung jawab sebagai pengawas fasilitas tersebut. Dengan rasa memiliki yang tinggi, lapangan yang sudah direnovasi atau dibangun sesuai standar tidak akan mudah rusak atau disalahgunakan. Ini adalah bentuk kolaborasi yang sehat antara otoritas olahraga resmi dengan kelompok masyarakat hobi dalam menjaga aset kota.
Selain aspek teknis, keberadaan lapangan yang standar juga akan menarik minat para promotor event untuk menyelenggarakan turnamen streetball resmi. Tangerang memiliki potensi besar untuk menjadi pusat sport tourism melalui kompetisi basket jalanan yang ikonik. Dengan latar belakang perkotaan yang modern, lapangan basket yang estetis dan fungsional akan menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda untuk berolahraga dan menjauh dari aktivitas negatif.
